Hai ^^ udah lama nggak buka blog ini ._. sibuuuk >< #soksibuk hahahaha.
Sekarang aku udah kelas 9.tingkat yang paling 'menyeramkan' di SMP. Apalagi nanti aku UN 2x x_x kenapa bisa 2 x? karena sekolahku sudah rsbi. UN secara nasional (menggunakan bahsa Indonesia) dan UN untuk sekolah2 rsbi (menggunakan bahasa inggris).
Aku sudah kelas 9, artinya sudah hampir lulus (meskipun ini masih smt 1). Tapi aku masih belum tahu mau melanjutkan ke SMA mana. SMA 4... sudah rsbi tapi gedungnya jelek, guru2nya juga pasti belum terlalu lancar bahasa inggris. Rugi dong. SMA 1... rsbi tapi disana bukan cuma otak yang bermain. Uang juga bermain di sana. Ga percaya? silakan pergi ke SMA 1 Semarang. Mobil2 berbagai merek berjejeran di lapangan parkirnya. Mamaku juga ngelarang aku sekolah di sana. SMA 3... SMA ini paling bagus di Semarang, paling favorit. SMA ini bukan rsbi, melainkan sbi. Waks... di sana yang main itu OTAK!!! Aku kan ga pinter2 banget... pasti berat deh di sana. Tapi di sana ada 2 kakak sepupuku. Mbak Hana dan Mas Uta. Mereka pinter, udah ga diragukan lagi. Tapi ada juga Mas Fahreza dan Mas Anzhar x_x
Pasti pada bertanya-tanya siapa itu Mas Fahreza dan Mas Anzhar. Hehehe... ^^v Mas Anzhar adalah kakak kelas yang pernah aku sukai, sementara Mas Fahreza adalah sahabatnya. Aku mau cerita sedikit tentang Mas Anzhar, ya. Dia itu pinter banget, apalagi di bidang fisika. Dia pernah menang olimpiade fisika, dapet medali perungg alias juara 3. Waktu UN, dia dapet NEM yang paling bagus di sekolahku! 38,15 atau nggak 39,15 gitu... lupa.
Pasti pada bertanya2 juga kan kenapa aku ga mau ketemu mereka? (meskipun hal ini ga aku tulis, tapi pasti pada tau aku ga mau ketemu mereka karena aku bilang aku ga mau masuk SMA 3 karena ada mereka. Tapi mereka bukanlah alasan utamaku menolak SMA itu, kok).
Aku punya pengalaman memalukan... yah bisa dibilang begitu. Kejadian ini terjadi (?) saat ujian tengah semester 1. Waktu itu aku kelas 8, sementara Mas Anzhar kelas 9. Mas Anzhar kelas 9a, no. absen 14. Karena pengaturan dari sekolah, ia ujian di ruang 9, bersama sekitar 13 anak dari 8a (absen 1-13 dari 8a). Sementara Mas Fahreza, dia kelas 9b, dia no. urut berapa gitu, aku ga tau. Tapi dia satu ruangan sama aku, di ruang 10. Aku senang banget waktu tau hal ini. Ruang ujianku dan Mas Anzhar sebelahan! Pingin loncat rasanya!
Pernah sekali, waktu istirahat, aku keluar dg teman2ku, jajan. Waktu balik ke ruang ujian, cuma ada Mas Fahreza sama Mas Anzhar di sana! Di barisan belakang! Aku duduk di kursiku. Grogi, salting, senang, gembira, campur jadi satu. Tapi gak lama setelahnya bel masuk bunyi. ia pun keluar, kembali ke ruang ujiannya.
Bukan itu yang bikin aku malu x_x kejadian paling memalukan akan aku ceritakan di paragraf berikutnya!
Keesokan harinya, aku inget banget, ujian IPS. Tapi ujian IPS itu setelah istirahat. Ujian pertama itu aku lupa, tapi aku selesai dg cepat dan bosan. Aku akhirnya menuliskan nama 'Anzhar cinta Nisa' di balik kartu ujianku. Aku menulisnya pake huruf hangeul (huruf korea).
Saat istirahat, ada temanku yang nanya itu bacanya apa. Karena dia tau aku suka sama Mas Anzhar, jadi aku kasih tau. Dengan polosnya, aku jawab "Ini bacanya Anzhar cinta Nisa". Aku gak akan menyebut diriku bego atau bodoh atau apalah. Aku akan bilang aku terlalu polos. Hihihi ^^
Setelah itu Mas Fahreza keluar kelas. temanku itu langsung menepuk pundakku. Sebut aja namanya Ayu.
Ayu : Suaramu keras banget! Tadi mas itu denger!
Aku : Hah? Keras? Nggak ah, biasa aja!
Ayu : Beneran keras tau, orang tadi aja pas kamu bilang gitu, kan aku ngelirik dia, dia tuh ngeliatin kamu!
Aku : *speechless*
Pokoknya setelah itu aku keluar ruang ujian. Aku belajar IPS sama teman2ku. Aku juga bawa buku paket IPS.Gak lama kemudian bel masuk bunyi, tapi karena belum ada guru yang dateng, jadinya murid2 masih pada di luar.
Gak sengaja aku lihat ada Mas Anzhar sama Mas Fahreza di depan ruang 9, ruang ujiannya Mas Anzhar. Mereka ngeliatin aku, Mas Fahreza berdiri di belakang Mas Anzhar, ngebisikin apa gitu. Perasaanku nggak enak. Aku pun nutupin muka pake buku IPS. Aku yakin banget Mas Fahreza ngasih tau mas Anzhar tentang tulisan di kartu ujianku itu!!! Argh, sejak itu aku sengit banget kalo liat mas Fahreza. Pingin aku lempar pake sepatu tau. Tapi mau gimana lagi, sesebel apapun aku ke dia, ga bakalan aku lempar sepatu. Selain takut dipanggil guru BK, dia kan sahabatnya Mas Anzhar. Gimana kalo imageku jelek di mata Mas Anzhar?? Hah?? ga bakal ada yang mau tanggung jawab, kan?
Nah, itulah kejadian yang bikin aku malu banget. Terus juga, beberapa kali aku SMS mas anzhar.. dibalesnya jutek banget deh --" sengak gitu. SMS??? Hm, pada heran kan gimana aku bisa dapat nomornya? Ini keberuntungan sebagai anak PMR ^^ adeknya Mas Anzhar, cewek, namanya siapa gitu aku lupa. Cantik, pinter juga.
Jadi, kan ada pelantikan anak PMR. Sebagai anak PMR, aku ikut dong, adiknya Mas Anzhar juga ikut. Pas paginya, udah mau pulang, kan ada bersih2 ruangan. Terus aku deketin adeknya, aku minta nomornya dia sama nomor kakaknya. Moga2 aja dia ga curiga aku minta nomor kakaknya, ya ^^
Hm, udah dulu deh. Cerita kali ini kepanjangan kayaknya. Lain kali aku akan cerita kejadian paling menyenangkan di tempat les ku (lagi2 karena Mas Anzhar ^^)
See you~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar